Skip to main content
Dan aku, berteman lagi dengan sepi
Dan aku, berteman lagi dengan sepi,
jiwaku mulai rapuh
menipis bersama waktu yang terus bergulir
tanpa ada yang kata menunggu
namun perhatian ini tak kunjung berakhir
menanti yang tak pasti
air mataku lebur
bersama kerinduan yang tak kunjung padam
mengalit bersama asah yang kian runtuh
duhai matahariku
tidakkah kau peduli lagi
untuk menyinari
dan sekedar menghangatkan juwaku
jiwa yang beku, kaku bersama kesedihan
aku rindu sentuhan itu
sentuhan yang membangunkan duniaku
dunia yang penuh harapan
dunia yang tak bisa kuukir dengan pena
kini semua itu sirna
senyap...hingga aku, berteman lagi dengan sepi
Comments
Post a Comment